Bagaimana Sepakbola Berkembang dari Masa ke Masa

Bagaimana Sepakbola Berkembang dari Masa ke Masa

Federation de Internationale Football Association atau disingkat FIFA, dibentuk pada tahun 1904, atau tepatnya hampir 50 tahun setelah organisasi pengurus sepakbola dunia pertama asal Inggris FA dibentuk. Inggris sebagai pencetus pertama aturan sepakbola modern dianggap sebagai penemu sepakbola modern yang biasa kita saksikan zaman sekarang ini.

Meski pada awalnya sepakbola sudah berkembang selama ribuan tahun, tetapi diputuskan jika dikeluarkannya Cambridge Rules pada tahun 1848 merupakan sebuah gebrakan penting dalam perkembangan sepakbola menjadi olahraga yang jauh lebih beradab. Sebelumnya, sepakbola digunakan sebagai olahraga perang yang dilakukan hanya oleh tentara-tentara Romawi pada zamannya. Tak heran banyak nyawa melayang dalam praktek awal sepakbola tersebut.

Turnamen sepakbola tertua di dunia adalah FA Cup yang sudah diselenggarakan sejak akhir tahun 1800’an. Setelahnya, FA kembali mengukir prestasi dengan membuat liga sepakbola profesional pertama di dunia dalam bentuk Football League. Liga ini jadi embrio dari Liga Primer Inggris yang saat ini kita lihat.

Setelah dibentuknya FIFA tahun 1904, sepakbola berhasil dimasukkan ke dalam salah satu cabang olahraga Olimpiade di tahun 1908. Akan tetapi, butuh hampir 30 tahun bagi FIFA untuk menyelenggarakan sebuah kompetisi mandiri yang terlepas dari bantuan organisasi lain. Barulah di tahun 1920 akhir mereka memutuskan untuk menyelenggarakan Piala Dunia.

Proses pemilihan tuan rumah di Piala Dunia pertama ini tidaklah serumit zaman sekarang. Uruguay saat itu secara sepihak ditentukan sebagai tuan rumah Piala Dunia setelah mereka berhasil menjuarai 2 gelaran Olimpiade terakhir dengan meraih medali emas di ajang sepakbola.

Dalam Piala Dunia versi pertama ini tidak banyak tim yang diundang. Uruguay sebagai tuan rumah berhasil mengukir sejarah dengan menjadi tim pertama yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia.
Dalam sejarahnya, Piala Dunia yang diselenggarakan selama empat tahun sekali sempat absen dalam 2 edisi akibat Perang Dunia II. Banyaknya pemain yang dipanggil perang, membuat tidak mungkin lagi untuk menyelenggarakan sebuah pertandingan sepakbola baik di tingkat nasional maupun internasional.